“JITU” berawal dari proses yang sangat sederhana dan spontan. Lagu ini bermula dari sesi bermain gitar ketika Fufu Clan sedang mengisi waktu luang, sebelum kemudian berkembang menjadi sebuah lagu dengan lirik yang ditulis oleh Elsa Graciela dan Hariara Hosea. Bagi Fufu Clan, lagu ini sekaligus menjadi cara untuk memperkenalkan kembali eksistensi mereka dan menemani para “clan” sebutan bagi pendengar mereka, dalam menghadapi keseharian.
Di balik judulnya, kata “JITU” merujuk pada sesuatu yang tepat sasaran, ahli, atau tidak meleset. Namun dalam konteks lagu ini, Fufu Clan membawanya ke gagasan tentang menjadi “good pretender”, seseorang yang mampu terlihat baik-baik saja sebagai bagian dari usaha untuk bertahan. Ada sedikit semangat fake it till you make it, tetapi “JITU” juga tidak menutupi sisi lelah dan keluh kesah yang muncul dari realitas tersebut.
Lagu ini lahir dari pengamatan terhadap kehidupan sehari-hari dan tekanan ekonomi yang membuat banyak orang harus terus mencari cara untuk bertahan. Hal-hal sederhana seperti membayar kos, listrik, cicilan, hingga sekadar menghadapi kenyataan bahwa uang yang tersedia hanya “ceban”, menjadi bagian dari pengalaman yang kemudian diterjemahkan Fufu Clan ke dalam lagu.
“JITU itu tentang ketangguhan masyarakat, bukan cuma untuk survive, tapi juga untuk terus berkembang dan menjalani kehidupan sehari-hari dalam keadaan yang kita tahu sendiri seperti apa” ungkap Fufu Clan.
Secara musikal, “JITU” memperlihatkan pendekatan yang lebih jumpy, fun, dan playful dibandingkan karya-karya Fufu Clan sebelumnya. Fondasinya bergerak di sekitar pop-punk, dengan sejumlah sentuhan yang mengarah ke nuansa hyperpop dan musik Y2K. Referensi tersebut kemudian dipertemukan dengan elemen elektronik serta pendekatan produksi yang lebih berani.
Untuk pertama kalinya, proses produksi Fufu Clan juga melibatkan sejumlah musisi dari luar band. Demo awal dikembangkan bersama Gvmboi, sebelum produksi dilanjutkan bersama Joe Pramudio (Cassette Tape, Saint Mary, Tailwhip), yang turut memberikan perspektif dan pendekatan baru terhadap lagu. Bagian drum ditulis oleh Sidiq Nur (Starlit, Static Years), sementara proses mixing dan mastering ditangani oleh Levind Sutanto.
Keterlibatan orang-orang di luar Fufu Clan menjadi pengalaman baru bagi band. Jika sebelumnya proses produksi mereka sepenuhnya berada di tangan internal, “JITU” membuka ruang bagi perspektif lain tanpa menghilangkan karakter Fufu Clan itu sendiri. Justru, pertukaran ide tersebut membuat lagu terasa lebih luas sekaligus tetap familiar.
Lebih dari sekadar lagu tentang berpura-pura kuat, “JITU” ingin menjadi teman bagi mereka yang sedang menjalani perjuangannya masing-masing. Fufu Clan berharap lagu ini dapat memberikan rasa ditemani sekaligus menjadi pengingat bahwa dalam situasi sesulit apa pun, kegigihan tetap dibutuhkan.
“Apapun perjuangan yang sedang kalian lakukan, mungkin tetaplah gigih karena kita butuh satu sama lain” menjadi semangat yang ingin dibawa Fufu Clan melalui rilisan ini. Setelah “JITU”, Fufu Clan tengah mempersiapkan music video serta materi musik berikutnya. Band ini juga berencana terus mengeksplorasi kolaborasi dengan musisi lain, termasuk mereka yang berasal dari format dan latar musik yang berbeda. Rangkaian single tersebut nantinya akan mengarah pada sebuah EP yang ditargetkan hadir pada 2027.
Music written & arranged by Elsa Graciela, Hariara Hosea, Gvmboi
Lyrics by Elsa Graciela, Hariara Hosea
Performed by Fufu Clan
Drums Performed by Sidiq Nur
Produced by Joe Pramudio
Recorded & engineered by Joe Pramudio
Mixed and Mastered by Levind Sutanto

Posting Komentar